Saturday, January 6, 2018

Ciri Wajah Penyiram Air Keras Novel Baswedan



Sobatpoker - Sudah enam bulan berlalu, kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tak kunjung terungkap. Pelaku penyerangan hingga kini masih berkeliaran menghirup udara bebas.

Selepas Subuh, Selasa 11 April 2017, Novel disiram air keras. Matanya rusak, hingga dia harus menjalani perawatan di Singapura. Mata kiri mengalami kerusakan paling parah.

Mata kanan bisa melihat, namun belum sempurna. Sementara mata kiri Novel tak bisa melihat dengan sempurna. Jebolan Akpol 1998 ini harus menjalani operasi besar pada mata kirinya.

Novel juga masih harus menetap sementara di Singapura pasca-menjalani operasi. Sekitar akhir Oktober, dia bakal menjalani operasi kedua mata kirinya. Mata Novel diprediksi bisa segera pulih.

Kerusakan mata Novel yang disiram air keras berangsur membaik, sementara pengusutan kasus penyerangan air keras ini tak memperlihatkan adanya kemajuan yang berarti.

"Sudah lebih 181 hari kasus ini tak kunjung terang, seiring semakin terangnya pandangan Novel, namun kasus ini semakin gelap gulita,"

Novel sendiri merasa pesimis dengan nasib pengungkapan pelaku penyiraman air keras. Tapi Novel, kata Dahnil, percaya kebenaran, tentang pelaku dan dalang penyerangan dirinya kelak bakal terungkap dengan cara yang tak terduga.

Dahnil pun sejak awal pesimistis jajaran kepolisian bisa mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel.

Menurut Dahnil, mustahil polisi tak bisa melacak terduga pelaku penyerangan Novel. Meski polisi sempat menangkap tiga orang yang diduga pelaku penyiraman, namun mereka akhirnya dibebaskan lagi.

"Sebenarnya mudah bagi polisi untuk menuntaskan kasus tersebut, tinggal mau atau tidak. Belum lagi puzzle-puzzle yang disampaikan sudah banyak, bahkan oleh teman-teman," ujranya.

Polda Metro Jaya kembali mencari celah untuk menemukan pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Kali ini, Polda Metro bekerjasama dengan Polda seluruh Indonesia untuk menyebar sketsa wajah terduga pelaku.

"Iya itu pencarian. Kami libatkan seluruh Polda di Indonesia," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono.

Ia menjelaskan, petugas kepolisian kembali menjalankan upaya tersebut sejak awal 2018. Namun, hingga saat ini belum ada titik terang polisi untuk mengungkap kasus yang melibatkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

"Kami sudah sebar mulai tahun ini, tapi belum ada laporan," ungkap dia.

Sedikitnya, ada empat sketsa wajah laki-laki yang disebar oleh kepolisian. Tetapi, ia belum dapat memastikan apakah benar pelaku berjumlah empat orang. Sketsa itu sendiri diperoleh berdasarkan keterangan dari para saksi.

"Ya itu berdasarkan keterangan saksi. Misal saksi A melihat wajah seperti itu dan sama seperti yang dilihat oleh saksi B," ujarnya.

Lebih lanjut, Argo meminta kepada semua pihak untuk bekerjasama untuk melaporkan jika melihat seseorang dengan ciri yang mirip, atau sesuai dengan sketsa yang disebar polisi.

Sementara itu, dalam sketsa empat halaman yang disebar Polda Metro, polisi meminta agar kepada siapa saja yang mengetahui, mendengar maupun memiliki informasi, dapat segera membawa yang bersangkutan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro.

Atau jika tidak, masyarakat dapat menghubungi hotline di 0813-9884-4474.

Insiden penyiraman Novel terjadi pada 11 Apri lalu. Ia disiram air keras oleh orang tak dikenal usai melaksanakan salat subuh di masjid dekat rumahnya di Jakarta Utara .

Akibat siraman air keras itu, Novel mengalami luka parah pada kedua matanya. Hingga kini, Novel masih menjalani perawatan di Singapura.

Meskipun Polisi telah memeriksa sejumlah orang yang dicurigai sebagai pelaku teror, namun tanda-tanda siapa pelaku sebenarnya belum menuai titik terang.

Pada awal Desember 2017, kepolisian menggandeng Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk melacak identitas pelaku penyiraman air keras.

Kedua lembaga kerja sama untuk menyocokkan identitas masyarakat dengan wajah sketsa wajah pria yang diduga pelaku penyiraman. Namun hingga kini upaya tersebut juga belum membuahkan hasil.





No comments:

Post a Comment

Sobatpoker - Rian Nopriansyah alias Ucok divonis 8 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang. Jerit hati Ucok memban...