Sobatpoker - Ternyata tidak hanya kaum hawa yang mementingkan area vitalnya dengan merawat atau melakukan sedot lemak vagina. Para pria juga mulai mencoba segala hal untuk mempercantik penisnya.
Seperti tren memutihkan penis yang baru-baru menjadi perbincangan viral publik.
Nama Rumah Sakit Lelux, sedang melesat setelah 100 pria dalam kurun waktu hanya sebulan mengunjungi tempat itu untuk memutihkan kemaluannya.
"Saat ini banyak orang yang menanyakannya. Kami bahkan kini mendapatkan sekitar 100 klien sebulan, jadi sekitar 3-4 pasien sehari," kata Bunthita Wattanasiri, manajer departemen kulit dan laser Lelax Hospital kepada AFP.
Dalam perawatan tersebut, tim medis menggunakan laser khusus yang akan membuat warna kulit penis lebih cerah.
"Kita harus berhati-hati karena ini bagian tubuh yang sensitif," lanjutnya.
Bunthita mengatakan bahwa sebagian besar kliennya berusia antara 22 hingga 55 tahun. Selain itu, perawatan memutihkan penis lebih populer di komunitas LGBTQ.
Jika tertarik melakukan perawatan tersebut, setiap orang akan dikenakan biaya sekitar Rp 8,7 juta untuk lima sesi pertemuan.
Perlu dicatat, jika bagian kulit kelamin lebih gelap daripada bagian tubuh lainnya, itu sangat normal. Hal tersebut tergantung pada produksi melanin yang disebabkan oleh lonjakan estrogen dan testoteron yang diproduksi selama pubertas.
Jika kamu tetap menginginkan warna kelamin yang lebih cerah, pastikan kamu pergi ke medis yang khusus menanganinya daripada menggunakan produk atau perawatan yang beredar secara online.
Tentu untuk mendapatkan efek yang diinginkan, kamu perlu mengocek biaya besar. Selain itu, ada pula risiko infeksi dan bekas luka jika orang yang melakukan prosedur tidak melakukannya dengan benar.
Meski demikian, terapi pemutihan kulit menggunakan laser bukan tanpa risiko. Mayo Clinic menulis bahwa selain sensitivitas terhadap matahari, terapi ini juga memiliki beberapa efek samping dan mungkin menyebabkan warna kulit yang tidak merata.
Dr Thongchai Keeratihuttayakorn selaku Wakil Jenderal Direktur untuk Departemen Kesehatan Thailand juga khawatir akan aplikasi terapi tersebut pada area yang sensitif seperti kelamin.
Dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Publik Thailand, Dr Thongchai berkata bahwa risiko terapi pemutihan kulit pada kelamin mencakup iritasi, alergi, dan pembengkakan.


No comments:
Post a Comment