Tuesday, January 30, 2018



Sobatpoker - Rian Nopriansyah alias Ucok divonis 8 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang. Jerit hati Ucok membantah dirinya bersalah viral di Facebook.

Bantahan Ucok di-posting di akun Facebook Rian Nopriansyah, yang dikelola oleh adiknya. Posting-an itu di-share pada Senin (29/1) atau empat hari setelah vonis dijatuhkan, lalu viral, ramai dibagikan di dunia maya, tak hanya di Facebook, tapi juga menjalar ke media sosial lainnya.

Ucok menuding polisi salah tangkap. Dia mengaku disiksa polisi agar mau mengakui perbuatan yang tak dilakukannya. Ayah dua anak itu menuturkan awalnya berkeras tak mau menuruti polisi, namun akhirnya menyerah setelah ditodong pistol yang siap menyalak. Bayangan wajah dua anaknya membuatnya gentar untuk tetap membantah penegak hukum.

Kapolresta Palembang Kombes Wahyu Bintono HB sudah mengetahui soal posting-an di akun Rian Nopriansyah. Namun dia menegaskan penegakan hukum dalam kasus pembunuhan suporter Sriwijaya FC itu sudah sesuai aturan.

"Bagi kami, penyidik, kalau itu sudah mendapatkan vonis dari majelis hakim, berarti sudah final. Mulai tahap penyelidikan, penyidikan, hingga pelimpahan berkas perkara ke pengadilan dan disidangkan semua sudah melalui prosedur yang berlaku," kata Kombes Wahyu kepada wartawan, Selasa (30/1/2018).

Polisi yakin Ucok terlibat dalam kasus pengeroyokan sesama suporter Sriwijaya FC itu, yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Polisi menangkap Ucok pada 1 Juli 2017, bersama lima orang lainnya. Apalagi di sisi lain, Ucok dinyatakan bersalah di pengadilan tingkat pertama. Proses persidangan digelar secara terbuka.

"Kita kalau melakukan penyidikan, itu selalu sesuai dengan norma-norma dan peraturan yang berlaku. Sebenarnya fakta-fakta hukum itu juga sudah jelas jika berdasarkan vonis di pengadilan," tambah Wahyu.

Berikut pengakuan Ucok yang viral di media sosial tanpa disunting redaksi:



Kepada : Yth BAPAK PRESIDEN RI(JOKOWI),MABES POLRI,JEND.TNI,DPD,DPRD RI
Bisakah meluangkan sedikit waktu untuk rakyat kecil yg dizolimi HUKUM
KALAU SAYA PELAKU NYA SAYA SIAP DITEMBAK DIKEPALA

Assalammualaikum wr wb.
Bapak-bapak yang terhormat.saya mau menceritakan HAL pahit yg saya dapatkan .

Nama saya RIAN NOPRIANSYAH sering di panggil UCOK
saya sudah menikah dan memililki 2 anak yg berusia 6thn dan 2thn
tinggal di PALEMBANG sumatra selatan.

Saya dituduh telah melakukan pengeroyokan/pembunuhan terhadap salah satu supporter palembang. Padahal faktanya saya tidak tahu apa-dengan kasus yg sedang saya jalani.dan itu bisa saya buktikan.
Saya ceritakan terlebih dahulu kronologi penangkapan.

Berawal pada bulan juni saya di tangkap kepolisian polresta palembang unit RAMOR. Pada malam itu saya ditangkap dijalan simpang patal pada pukul 23.00wib, dan saya pun terkejut kok saya Ditangkap.salah saya apa pak?tanya saya?lalu saya langsung dimasukan dimobil. Kamu kan yg melakukan pembacokan terhadap alfariji(korban)? tanya salah satu polisi. Alfariji mano pak?dmi allah aku idak nganu siapo2 pak.itu yg saya jawab. Terus di introgasi dan memukuli saya,dan saya tidak merasa melakukan hal ter sebut 

Lalu mobil berhenti di sesuatu tempat.tepatnya di pinggir jalan dekat ruko2.saya di turunkan dan diintrogasi lagi sambil menganiaya saya ,dipukuli,diinjak,di tendang kepala saya diijak2,kaki saya dipukuli pakai kayu gelam...mereka terus menanyakan/seolah -olah saya pelakunya. Sudahla ngakula kau !kau kan yg ngapak korban? Tanya beberapa polisi itu lagi. DEMI ALLAH pak aku idak ngapak siapopun. 

Sudalah banyak saksi ngomong kau yg melakukenyo kau betopeng'kata polisi itu lagi. Dan saya pun belum mengaku meski bertubi-tubi di pukul.hingga badan saya sudah lemas tak berdaya saya belum mengakui juga.pada malam minggu tadi kau tawuran kan?kata polisi itu. Saya menjawab "sumpah demi allah pak,malam minggu aku dekorasi sampeh subuh di kampung saya,banyak saksinyo.mereka pun tidak percaya dan terus menghakimi saya. Hingga akhirnya salah satu polisi berkata sudah lewat kan saja,(tembak mati saja nyusul korban) kata salah satu polisi yg lainnya. 
Dan salah satu polisi membisikan ngakula dari pada mati,dak ketemu lagi dengan keluargo kau.

Dengan kondisi tangan diborgol dibelakang,badan sudah lemas.saya diseret ke belakang ruko ,dengan mata ditutup,seperti mau di eksekusi dan ada yang bicara" nah ini cok kesempetan terakhir kau ucaplah yang nak kau ucap sebutlah yg nak kau sebut dak ketemu anak dan bini kau lagi" apo nak ngucap 2kalimat shahadat.ucap polisi itu.
Dalam hati saya berkata ya allah apo yang harus aku lakuke.
Dengan rasa ketakutan dan ingat anak saya, saya pun terpaksa menyerah dan terpaksa mengakui apayang sebenarnya saya tidak lakukan pada tuduhan tersebut."

Dan saya kembali di bawa ke samping ruko.dan saya berkata ,pak yg tawuran itu di sukawibatan sedengken aku di sukabangun.aku dekorasi yg tawuran itu salah satunyo rombongan adek kawan aku,aku tedenger pas aku ditenda adeknyo okta(aldo kecil ) nah rombongan dio yg tawuran bukan aku..

Lalu dijemputlah aldo kecil dan teman-temannya. Dan saya dimasukan mobil dalam kodisi masih diborgol dan lemas.

Pada paginya saya diturunkan di suatu tempat dan bertemu beberapa orng yg ditangkap jg.
Saya melihat mereka dipukuli juga. Lalu saya sendirian di masukan lagi ke dalam mobil dan mata ditutup. Kelang beberapa menit saya disuruh turun lalu kaki saya di tembak sebanya 2x dan menyebab kan patah.

😭 Pada fakta nya saya tidak tau apa-apa pada tragedi tawuran itu,pada mlm minggu dengan waktu yg bersamaan saya berada di dekorasi pernikahan di rumah bapak edi satria dari malam sampai menjelang pukul 03.30 pagi saya masih di tenda.banyak kok saksinya.

Mengapa saya mengakui dan di BAP? Saya sudah ketakutan.kaki patah luka tembak. Saya menuruti saja apa yg mereka tuduhkan. Sudah tidak tau apa yang harus saya perbuat.disamping itu saya masih mendapat perlukuan tidak manusiawi.dan lihat beberapa orng yg ditangkap juga dipukuli di ruang penyidik semakin ketakutan saya semakin tidak bisa berbuat apa2.

Lalu keluarga saya datang dan terkejut.dan saya bilang tolong saya saya bukan pelakunya,lalu keluarga melaporkan kejadian ini ke PROPAM POLDA SUMSEL.tp hasilnya nihil... Seperti tidak ada tanggapan sama sekali dalam kasus ini. Ya saya berpikir institusi kepolisian ngak mungkin menyalakan institusinya sendiri...

Berbagai cara sudah saya lakukan memohon bantuan hukum meminta keadilan.sampai menulis memakai kertas nasi bungkua untuk dewan anggota DPRD SUMSEL bpk HENDRI ZAINUDIN. Begitu juga hasilnya.

Sampai sidang pun kami sudah mengumpulkan beberapa saksi bahkan saksi saya adalah salah satu anggota keluarga korban yang ada di lokasi kejadian tawuran dan teman korban

Saksi kepolisian yg membuat kesaksian palsu,ada salah satu kesaksian nya yg mengaku bahwa di bawah tekanan kepolisian.

Bahkan kesaksian kami kuat,ada foto dengan waktu bersaamaan pada saat waktu terjadinya tawuran yg katanya di jalan baru sukawinatan. saya mefoto rekan saya di dekorasi.

Jelas kelihatan HAKIM tidak mengubris kesaksian-kesaksian saksi kami yg begitu kuat.

Hingga akhirnya kami divonis 8tahun penjara.

Disini saya minta keadilan bapak.

Apakah HUKUM INDONESIA SEPERTI INI?!!!!ORANG YG TIDAK BERSALAH DIJADIKAN TERSANGKA!!RAKYAT KECIL DIJADIKAN KAMBING HITAM BAGI KEPOLISIAN DAN HUKUM!! DIMANA KEADILAN PAK!!!

SAYA PUNYA BUKTINYA KALAU PELAJUNYA MURNI BUKAN SAYA DAN SEKARANG SUDAH TAU PELAKU SEBENARNYA...
KALAU SAYA BERSALAH SAYA SIAP DI TEMBAK KENING KEPALA SAYA PAK.
SAYA CUMA MINTA KEADILAN PAK.

NASIB ANAK SAYA BAGAI MANA...SEDANGKAN SAYA TIDAK TAU APA-HARUS MENANGGUNG PERBUATAN ORANG LAIN.

WOI BAPAK BAPAK YANG TERHORMAT...COBA DI PANTAU PAK. SUMPAH APA PUN SAYA BERANI ,SUMPAH POCONG SAYA SIAP.

HUKUM INI TAJAM KEBAWAH PAK....BUKA MATA KALIAAAAN

SAYA MINTA KEADILAN PAK.
SAYA BERSUMPAH AKU IDAK IHKLAS DUNIA AKHIRAT ,SMOGA ORANG YGSUDAH MEMFINAH SAYA DAN POLISI YG MENZOLIMI SAYA DI AZAB ALLAH SWT.

Sunday, January 28, 2018

Bawa Senjata Tajam dan Hendak Tawuran. 9 Pemuda Ditangkap



Sobatpoker - Tim Pemburu Preman (TPP) Polres Metro Jakarta Barat mengamankan 9 pemuda saat hendak tawuran di Cengkareng, Jakarta Barat. Mereka diamankan ketika konvoi sembari mengacung-acungkan senjata tajam.

Tim Pemburu Preman dan Polsek Cengkareng menyisir tiga lokasi di Cengkareng yang kerap dijadikan lokasi tawuran pada Minggu (28/1) dini hari. Ketiga lokasi itu adalah Rawa Buaya, Jalan Daan Mogot, dan Cengkareng Barat. 

"Saat di Jembatan Baru Rawa Buaya, anggota melihat adanya sekelompok orang mengendarai sepeda motor sambil mengacung-acungkan senjata tajam," kata Komandan Pleton TPP Ipda Ngurah dalam keterangannya, Minggu (28/1/2018).

Petugas dengan motor patroli langsung mengejar dan membubarkan rombongan pemuda itu. Aksi kejar-mengejar pun terjadi. 

"Saat anggota ingin membubarkan salah salah satu pelaku sempat menantang petugas dengan mengacung-acungkan senjata tajam. Beruntung anggota dapat menghindar dan langsung menangkap dan mengamankan sekelompok pemuda tersebut," ucap Ngurah. 

Kesembilan pemuda yang diamankan adalah AM (22), RYS (21) RMA (16), MK (23) MS (16) MM (17) MII (16) RR (17) dan EA (17). Beberapa dari mereka adalah pelajar.

"Yang diamankan itu ada yang pelajar, pengangguran, dan juga pegawai swasta. Yang kita sangat sayangkan, ada pelajar yang ikut-ikutan," ucap Kapolsek Cengkareng Kompol Agung Budi Laksono.

Polisi mengamankan beberapa senjata tajam dan alat pukul. Selain itu, lima motor diamankan sebagai barang bukti.

"Adapun barang bukti yang diamankan berupa 2 gergaji, 1 pedang panjang tanpa gagang, 1 golok terbuat dari plat, 1 stik golf, dan 5 unit spd motor," ucap Agung. 

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi mengatakan timnya akan tetap menyisir lokasi rawan kejahatan termasuk tawuran. "Kami akan selalu menyisir ke tempat-tempat rawan sampai kami bisa memastikan bahwa Jakarta Barat bersih dari preman," kata Hengki. 














Saturday, January 27, 2018

Babeh Sebutan Untuk Pelaku Pedofil yang Berkedok Sebagai Dukun


Sobatpoker - Pedofil berkedok dukun palsu WS alias Babeh ternyata tidak hanya mencabuli 25 anak. Pedofil yang berprofesi sebagai guru honorer itu ternyata sudah mencabuli 41 anak. Jumlah ini diketahui dari laporan yang terus diterima dari keluarga korban.

"Sampai hari ini yang sudah melaporkan ditambah rilis kemarin menjadi 41 korban, kemungkinan masih bisa bertambah," ujar Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif.  Kemungkinkan jumlah korban terus bertambah, Polresta Tangerang membuka posko pengaduan.

"Kita telah membuka posko pengaduan di Polresta Tangerang, hal ini bertujuan untuk menerima laporan masyarakat apabila ada korban yang belum melapor," tambah Sabilul.

Dalam menjalankan aksinya, pedofil WS alias Babeh berkedok dukun palsu di Kampung Sakem, Desa Tamiang, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang.

Sasarannya anak usia 10 sampai 15 tahun. Anak-anak tersebut diancam akan terkena sial selama 60 hari bila tidak mau mengikuti hasrat bejat pria yang sudah beristri itu.

Dari hasil pemeriksaan polisi, Babeh mengaku melakukan aksinya karena tidak kuat menahan hawa nafsunya. Dia telah ditinggal istrinya menjadi TKW ke luar negeri.

"Awalnya saat pelaku ditinggali istrinya bekerja menjadi TKW di Malaysia, saat itu sudah 3 bulan. Dia tidak bisa menahan diri," kata Kapolres Tangerang Sabilul Alif di Tangerang, Jumat (5/1/2018).

Ajian Semar Mesem

Dia menambahkan, Babeh mengaku sejak April 2017 ditinggal istrinya bekerja di Malaysia. Mulai saat itu, dia melakukan aksi bejatnya dan mengincar anak-anak sebagai korban.

Menurut tersangka, anak-anak sering mendatanginya di gubuknya. Para korban pelecehan seksual menganggap pelaku memiliki ajian tertentu.

"Kedatangan anak-anak karena menganggap tersangka memiliki ajian semar mesem dan bisa mengobati orang sakit," kata Sabilul.

Menurut Kapolres Tangerang Kombes Sabilul Alif, pencabulan dilakukan di sebuah gubuk. Tempat tersebut biasa digunakan tersangka yang mengaku sebagai dukun untuk mengobati pasiennya.

Adapun modus pria paedofilia itu, tersangka mengaku berpura-pura mengajarkan ajian semar mesem kepada korban dengan ditukar melakukan somomi.







Akibat Gagal Menikah Dengan Wanita, Pria Paruh Baya Cabuli 13 Anak Di Kepulauan Riau


Sobatpoker - Kepolisian Daerah Kepulauan Riau melalui Polres Karimun menangkap pria paruh baya yang diduga mencabuli 13 anak di bawah umur.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga mengatakan tersangka pencabulan, AM alias T (56), sempat gagal menikahi seorang janda di Pulau Buru (Kabupaten Karimun) pada 2005.

"Semenjak itu menurut pengakuannya tersangka sudah mulai tidak tertarik oleh lawan jenis," kata Erlangga dalam keterangannya di Mapolda Kepri, Nongsa, Batam.

Akan tetapi, pelaku justru melampiaskan hasrat seksualnya kepada anak-anak. Saat ini, diketahui sudah ada 13 anak di bawah umur yang menjadi korban pencabulan AM. Korban berusia sekitar 10 hingga di bawah 17 tahun.

Erlangga menyebutkan modus yang dilakukan tersangka untuk menjerat para korbannya, yakni dengan mengiming-imingi pemberian sejumlah uang, sekitar Rp 20-30 ribu atau rokok. Kemudian, korban diajak jalan-jalan bersama pelaku.

Ketika berada di lokasi yang aman, pelaku mulai beraksi mencabuli korban. Di bawah ancaman pelaku, korban menuruti perintah pelaku.

Saat ini, polisi masih melakukan penyidikan dan pengembangan kasus tersebut. Pasalnya, diduga masih ada korban lain yang belum teridentifikasi.

Selain itu, polisi juga melakukan visum terhadap korban dan pelaku karena adanya kemungkinan pelaku terinfeksi HIV atau infeksi menular seksual (IMS).

Para korban juga mengikuti trauma healing untuk mengatasi trauma karena kejadian yang menimpanya. Sementara, pelaku juga akan melakukan tes kejiwaan.

Adapun tersangka akan dijerat Pasal 81 ayat 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Wednesday, January 24, 2018

Pengemudi Mobil Cadillac yang Seret Polisi di Busway Positif Narkoba




Sobatpoker - Tessa Granitsa Satari (34) mengaku panik saat ditilang karena menerobos busway hingga menyeret polantas. Dia mengaku khilaf.

"Saya khilaf. Alasannya saya panik, tidak punya SIM, dan itu mobil pinjaman," kata Tessa saat rilis di Mapolres Jakarta Timur, Rabu (24/1/2018).

Karena diseret oleh Tessa, polantas bernama Bripda Dimas Prianggoro terluka di bagian tangan dan harus dirawat rumah sakit. Tessa lalu minta maaf. "Saya belum ketemu korban, saya minta maaf kepada korban dan seluruh institusi Polri," ucapnya. 

Tessa ditangkap di Hotel Crown, Tamansari, Jakarta Barat, Senin (22/1) sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku positif menggunakan narkoba jenis sabu dan ekstasi.

Akibat perbuatannya, polisi menerapkan Pasal 351 KUHP atau Pasal 212 KUHP dan Pasal 213 KUHP tentang penganiayaan.  Mobil Cadillac Escalade berwarna putih bernopol B-19-SNC yang dikendarai pelaku merupakan mobil pinjaman. Saat ini, mobil tersebut disita sebagai barang bukti. 

"Dari hasil tes urine ternyata kami dapati tersangka positif menggunakan sabu dan ekstasi," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Yoyon Tony Surya Putra kepada wartawan di Jatinegara, Rabu (24/1/2018).

Tony mengatakan, sudah menyiapkan tim penyidik untuk mengembangkan kasus ini.  
"Kami kembangkan sejauh mana dia (Tessa) terlibat narkoba.  Apakah konsumsi saja atau ternyata malah dia bandar," kata Tony. 

Menurutnya, pengembangan juga dilakukan untuk mengetahui kondisi tersangka saat melawan Bripda Dimas di busway. "Saat kami tangkap (di Hotel Crown) memang tidak ada barang bukti narkoba, tetapi tetap akan kami dalami. Termasuk kondisi dia saat melawan petugas, apakah sedang terpengaruh (narkoba) atau tidak," ucap Tony.

Tessa melawan petugas saat akan ditilang karena melintas di jalur transjakarta Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur, pada Kamis (18/1/2018). Ketika Bripda Dimas menghentikan mobil Cadillac Escalade yang dikendarainya dan meminta menunjukan surat kendaraan, Tessa justru memegang tangan Bripda Dimas dan langsung tancap gas.

Siapa Andi Firmansyah Si Pemilik Mobil Ferrari B 1 RED




Sobatpoker - Teka-teki siapa Andi Firmansyah, pemilik supercar Ferrari B 1 RED yang menunggak pajak hingga Rp 364 juta mulai terkuak. Supercar ini sempat ditunggangi Ketua DPR Bambang Soesatyo sebelum beralih kepemilikan. 

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung mengakui, pemilik supercar tersebut adalah bekas anak buahnya, Andi Firmansyah.

Lulung tidak menjelaskan kerja sama yang dimaksudnya itu. Namun dia berseloroh, Andi Firmansyah yang dikenalnya saat ini sudah kaya raya dan diduga tidak mengenalnya lagi. Lulung mengakui sosok Andi Firmansyah yang dikenalnya adalah sebagai petugas keamanan di Tanah Abang. Jauh sebelumnya, dia mengenal Andi Firmansyah sebagai pedagang pakaian di pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara itu.

Di Tanah Abang, Andi, sang pemilik Ferrari B 1 RED punya nama panggilan sendiri yakni Bang Pengki. "Orang suruhan Haji Lulunglah. Kalau di Tanah Abang kan dia dipanggilnya Bang Pengki," tutur Ketua RT 003. 

Menurut Sanwanih, Andi pindah ke lingkungannya sejak tiga tahun lalu. Kediaman Andi sebelumnya di kawasan Rawa Belong. Ia mengaku jarang berbincang dengan Andi. Meski demikian, suatu hari Andi mengaku padanya berangkat umroh bersama Haji Lulung pada Bulan Ramadhan beberapa tahun silam.

"Beberapa kali Haji Lulung meninjau kemari ke Yayasan Darul Aitam, Yatim Piatu itu selalu sama Pak Andi," jelas dia.




Sanwanih mengatakan, meski sudah tiga tahun tinggal di lingkungannya, alamat di KTP Andi Firmansyah masih menggunakan domisili lama.
Menurut Sanwanih, Andi dan keluarganya dikenal tidak pelit. Mereka tidak segan mengeluarkan uang untuk santunan dan keperluan warga sekitar.

"Setiap tahun dia (santunan). Ramadhan tuh pasti buka bersama dan santunan anak yatim. Tiap bulan puasa. Kalau Idul Adha biasanya kan dia motong sapi di rumahnya untuk kerabat dan anak buahnya istilahnya begitu. Itu saya disuruh sebar kuponnya ke tetangga-tetangga," jelas dia.

Andi juga ramah dan mau berkumpul dengan warga yang masih duduk-duduk di warung meski baru saja pulang larut malam dari pekerjaannya.
Dia pun terkejut mengetahui warganya atas nama Andi Firmansyah memiliki mobil jenis supercar Ferrari B 1 RED. Sebab yang sering dilihat warga adalah mobil Mazda hijau dan Rush hitam saja yang terparkir di halaman rumahnya. 

"Yang dia punya di rumah itu Rush sama Mazda hijau itu. Dia kalau bawa pulang malem tuh pakainya Rush yang hitam itu. Rush mobil baru," tutur Sanwanih. Menurut Sanwanih, Rush sendiri baru digunakan Andi sekitar 2016. "Cuman kalau masalah dia punya mobil Ferrari kayaknya nggak pernah ditaro di rumah," jelas dia.

Hal itu dinilainya wajar. Sebab lahan parkir kediaman Andi hanya tampak muat dua mobil saja. Selain itu, gang masuk ke kediamann Andi sempit. Mobil berpotensi lecet.

Andi Firmansyah, pemilik Supercar Ferrari B 1 RED, tercatat punya dua kendaraan lain. Status perpajakannya juga menunggak, sama seperti Ferrari miliknya. "Iya betul nunggak semua. Jadi satunya yang Ferrari saja Rp 364 juta," tutur Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Jakarta Barat.

Dengan begitu, lanjut Elling, dapat dipastikan bahwa Andi menunggak pajak kendaraan lebih dari Rp 364 juta. Ia memiliki total tiga buah kendaraan.

"Pertama dia punya Mazda, kedua Ferrari, ketiga Rush," jelas Elling. Elling mengatakan Polisi belum diketahui pasti di mana keberadaan Andi. Lokasi alamat yang tertera pada data kepemilikan mobil Ferrari itu tidak lagi ditinggali.

"Alamatnya tidak diketemukan karena pindah," kata Elling. Andi pun tercatat menjadi pemilik supercar tersebut sejak tahun 2014.

"Dia pendataan 2014. Saat pertama daftar bayar pajak sama BBN satunya," ujar Elling . Menurut Elling, Andi memang hanya membayar Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) awal kepemilikan saja. Selanjutnya, ia tidak lagi membayar pajak tahunan mobil Ferrari itu hingga tertunggak selama 3 tahun. "Yang Ferrari aja Rp 364 juta (nunggak)," ucap dia.

Tuesday, January 23, 2018

Gempa Banten, Menteri Sosial Kirim Bantuan Beras hingga Selimut




Sobatpoker - Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan pihaknya telah mendistribusikan bantuan untuk korban gempa di Kabupaten Lebak, Banten. Bantuan logistik difokuskan kepada 92 kepala keluarga yang rumahnya rusak berat dan mengungsi di rumah tetangga dan keluarga. 

Bantuan yang diberikan antara lain beras 1.000 kilogram, 100 lembar selimut, 120 lembar matras, 240 paket lauk pauk, dan 30 paket foodware. Nilai bantuan yang telah disalurkan itu sebesar Rp 50,5 juta. 

"Sesaat setelah gempa mengguncang, kami segera terjunkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk ikut menyisir dampak gempa bersama Dinas Sosial Provinsi Banten," kata Idrus dalam siaran pers, Selasa (23/1/2018). 

Idrus mengatakan tim dari Kemensos juga telah diterjunkan. Tim itu melakukan pendampingan dan assessment kebutuhan para pengungsi. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kemensos, Harry Hikmat, mengatakan pihaknya terus mengikuti perkembangan dari penanganan korban gempa Lebak. Penanganan pascabencana yang dilakukan seperti mengevakuasi warga serta melakukan mitigasi bencana atau upaya mengurangi risiko bencana. 

Selain itu, 219 anggota Tagana asal Lebak diterjunkan untuk membantu penanganan korban gempa. "Kami mengimbau masyarakat agar tetap melakukan aktivitas normal pascagempa, namun tetap harus waspada," imbuhnya. 

Seperti diketahui, gempa berkekuatan 6,1 SR yang berpusat di Lebak, Banten, terasa hingga Jakarta, Selasa (23/1). Lokasi gempa terletak di koordinat 7,21 Lintang Selatan dan 105,91 Bujur Timur atau tepatnya di 81 kilometer arah barat daya Lebak. 

Buakn hanya Menteri Sosial saja, Badan penanggulangan bencana Daerah (BPBD) mencatat ada enam kecamatan yang rusak akibat gempa. Gempa berkekuatan 6,1 SR yang terjadi di Lebak Banten, telah merusak puluhan rumah di Kabupaten Lebak. Kerusakan terjadi di enam kecamatan yang terdampak gempa paling parah. BPBD setempat masih menyisir lokasi untuk mencari informasi akibat peristiwa ini.

Dari data yang didapat, enam kecamatan yang terdampak paling parah antara lain, Bayah, Wanasalam, Panggarangan, Cilograng, Lebak Gedong, dan Sobang. Di Kota Serang gempa tidak mengakibatkan kerusakan di permukiman warga.

Tim BPBD masih menyisir lokasi untuk mencari informasi kerusakan di wilayah Banten Selatan. Sampai saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat guncangan gempa.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kelas Satu, Serang, Banten, mengatakan, gempa ini tidak perpotensi tsunami.

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang masih menelusuri kerusakan permukiman warga akibat gempa yang terjadi.





Sunday, January 21, 2018

Gadis Cilik Yang Ceria di Cabuli Oleh Tetangganya Sendiri







Sobatpoker -  Perubahan sikap NN (12) yang ceria menjadi pendiam menjadi awal terbongkarnya kasus pencabulan yang telah dialami gadis belia, warga Kecamatan Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah ini.

Kepada orangtuanya NN mengaku telah dicabuli oleh MS (43) usai memetik jambu merah miliknya. Tak hanya sekali, MS telah mencabuli korban sebanyak empat kali. Akibat perbuatan bejatnya, organ vital NN mengalami luka dan infeksi.

Peristiwa pencabulan pertama dialami oleh seorang gadis cilik berusia 12 tahun, NN, warga Kecamatan Karanganyar, Kebumen. Ia menjadi korban pencabulan tetangganya sendiri, Misno alias MS (43).

Kepala Polres Kebumen, AKBP Arief Bahtiar mengungkapkan sekitar Juli 2017 lalu, NN bersama rekan sepermainannya M, hendak meminta jambu merah di depan rumah MS. Mereka pun meminta izin kepada pemilik rumah.

Maka, rekan NN, M, mendahului pulang. NN ditinggal sendirian di teras rumah MS. Tiba-tiba, MS keluar rumah dan mengajak NN masuk ke dalam. Keduanya lantas menonton televisi. Rupanya, ini hanya modus MS untuk mencabuli korban. Saat menonton televisi itu lah, MS membujuk rayu korban dengan iming-iming selembar duit Rp 5.000.

Pelaku pencabulan anak di bawah umur ini pun menyeret NN ke dalam kamar. NN sempat memberontak. Namun, apa daya, tenaganya terlampau kecil untuk melawan pria dewasa.

"Tersangka juga mengatakan bahwa korban tidak akan hamil dan diancam untuk tidak mengatakan kepada siapa-siapa," kata Kapolres.

Tak hanya sekali MS mencabuli NN. Berdasar pengakuan tersangka yang dikonfrontir dengan korban, MS telah mencabuli NN sebanyak empat kali.






Ironisnya, kejadian terakhir pada pertengah Oktober 2017 lalu terjadi seusai NN dimintai tolong oleh istri tersangka, Ras, untuk membeli garam di warung. Saat Ras sudah masuk ke kamar, MS mencabuli NN.

Korban trauma. Organ vitalnya pun luka dan infeksi. NN yang ceria berubah pendiam. Perubahan yang terjadi pada NN pun memicu pertanyaan dalam benak orang tuanya. Akhirnya, NN bercerita kepada ayahnya, NS, bahwa ia telah menjadi korban pencabulan.

SN pun kemudian melapor ke kepolisian. MS ditangkap Unit 1 Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) pada Jumat (5/1/2018) pukul 16.30 WIB di rumahnya. Kini ia ditahan di Markas Polres Kebumen.


Friday, January 19, 2018

Seorang Ibu Rumah Tangga Tega Jual Bayinya Demi Sabu dan Bersenang-senang




Sobatpoker - Demi bisa membeli pakaian dan sabu, seorang ibu rumah tangga (IRT) inisial FT alias YT (38) nekat menjual bayi perempuannya sendiri yang masih berusia tiga bulan berinisial AAS. 

Pelaku pun akhirnya ditangkap polisi setelah dilaporkan suaminya, Junaidi (44). Laporan berawal ketika pelaku dan anaknya hilang pada 7 Desember 2017 dan dilaporkan Junaidi ke polisi dengan harapan istri dan anaknya kembali. 

Sebulan kemudian, pelaku ditemukan tetapi tidak bersama bayinya. Merasa curiga, Junaidi mencari tahu keberadaan korban. Alhasil, diketahui bayinya telah dijual istrinya kepada seseorang seharga Rp 20 juta.

Kecewa ulah istrinya, Junaidi melapor ke SPKT Polresta Palembang yang berujung penangkapan tersangka. Tersangka dikenakan Pasal 76 F junto Pasal 83 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Polisi juga menangkap pembeli bayi inisial JK, warga Lobang, Kelurahan Gembor Udik, Kecamatan Cikande, Serang, Banten. 

Namun, statusnya belum ditetapkan sebagai tersangka karena masih dalam pemeriksaan.

Kepada petugas, tersangka FT mengaku nekat menjual anaknya karena ingin membeli pakaian dan sabu. Dia beralasan berstatus janda dan tak sanggup lagi mengurus bayinya sehingga membuat pembeli terenyuh.

"Saya pingin baju baju, sandal, pakaian, sama sabu. Habis akal saya jual bayi saya," ungkap tersangka FT di Mapolresta Palembang. 

Menurut dia, ide menjual bayi tersebut karena mengobrol dengan beberapa tetangganya yang memberitahu ada orang yang berniat membeli dengan imbalan biaya persalinan. Setelah terjual, tersangka memberi uang jasa Rp 1 juta kepada masing-masing tetangganya.

"Saya bingung, anak saya sudah banyak, suami kerja serabutan, tak jelas penghasilannya. Kebetulan ada yang menawarkan, habis itu saya tidak lagi bagaimana nasib anak saya," ujarnya.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono mengungkapkan, korban AAS ditemukan di rumah pembeli di Banten. 

Sejauh ini, baru FT yang ditetapkan sebagai tersangka dengan motif ekonomi. "Alasannya ekonomi, tetapi hasil jual beli buat beli pakaian dan sebagian sabu. Untuk pembeli bayi itu masih didalami," ujarnya. 



Karyawati Bank Di Rampok Oleh Sopir Online




Sobatpoker - Polisi akhirnya menangkap pengemudi taksi online yang melakukan perampokan terhadap seorang karyawati Bank di Kota Bandung.
Aldy Erlangga (19) sopir taksi online yang memborgol dan merampok karyawati bank Mega Anisa (27) ternyata menggunakan akun milik orang lain. Polisi menyoroti sistem manajemen perusahaan transportasi online. 

Aldy merupakan sopir taksi online Uber. Pada Rabu (17/1) malam pukul 18.30 WIB, ia menggunakan akun milik seseorang bernama Helmi Refian. 

Taksi online yang dikemudikan Aldy kala itu mendapat pesanan dari Mega untuk mengantarkannya dari Setiabudhi ke Buahbatu. Namun bukannya sampai tujuan, Aldy malah nekat memborgol dan merampok penumpangnya hingga dibawa ke Cileunyi.


Masih Bisa Senyum???
"Jadi memang yang bersangkutan ini menggunakan akun milik orang lain," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung.

Dari interogasi penyidik Satreskrim Polrestabes Bandung, Aldy mengakui menggunakan akun milik orang lain. Ia beralasan akun miliknya telah diblok pihak Uber.  "Iya dia akunnya sudah diblokir dari perusahaannya," kata Hendro.

Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto menyoroti sistem keamanan manajemen perusahaan taksi online tersebut yang keliru. Jendral bintang dua itu juga heran nama seseorang yang terdaftar bisa digunakan orang lain.

"Jadi di aplikasinya atas nama H (Helmi) tapi yang bawa A (Aldy). Ini terjadi penyimpangan, jangan sampai terjadi lagi korban karena data enggak cocok," tutur Agung.

Dengan demikian, sambung Agung, sistem kontrol dari perusahaan kepada sopir bisa lemah.Sehingga bisa saja aksi-aksi kriminalitas seperti kasus karyawati bank terulang kembali.

Guna mencegah hal itu terulang, Agung berencana memanggil perwakilan dari manajemen perusahaan taksi online tersebut.

"Saya akan panggil manajemen. Kita akan dalami bagaimana mekanisme perekrutan pengemudinya," tandasnya.







Suami Temukan Istrinya yang Tewas Dalam Keadaan Terluka




Sobatpoker - Seorang ibu muda berusia 17 tahun di Aceh Tenggara, Aceh, ditemukan tewas di kebun jagung di Desa Rema, Kecamatan Bukit Tusam, Aceh Tenggara, Aceh. Jasad perempuan bernama Lega ini ditemukan pertama sekali oleh suaminya, Bustami (24).

Penemuan mayat ibu muda ini membuat geger warga setempat. Polisi akhirnya turun tangan untuk mengevakuasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Saat ditemukan, jenazah Lega dalam posisi telentang dan baju bagian bawah serta celana dalam posisi terbuka.

Selain itu, pada bagian mata kanan korban terdapat luka bekas pukulan serta leher ada bekas cekikan. Polisi menduga perempuan muda ini merupakan korban pembunuhan. Lokasi penemuan mayat sendiri berjarak sekitar 1 kilometer dari rumah korban.

"Kemaluan korban ada bekas kekerasan. Diduga mayat tersebut adalah korban pembunuhan," kata Kapolsek Bukit Tusam Polres Aceh Tenggara Ipda A Rozali kepada wartawan, Jumat (19/1/2018).

Jasad Lega pertama sekali ditemukan Bustami pukul 11.30 WIB tadi. Tak lama setelah penemuan tersebut, tim identifikasi Polres Aceh Tenggara datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Jenazah selanjutnya dievakuasi ke puskesmas setempat.

Menurut Rozali, jenazah Lega selanjutnya dibawa ke rumah sakit umum untuk dilakukan visum sesuai permintaan keluarga. Polisi hingga kini masih menyelidiki kasus tersebut. 

Wednesday, January 17, 2018

Menteri Susi Temui Massa Yang Sedang Melakukan Demo, Hasilnya?

Sobatpoker - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti didemo oleh ribuan nelayan yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Indonesia, Rabu (17/1/2018).

Mereka menolak kebijakan Menteri Susi yang melarang penggunaan cantrang untuk menangkap ikan. hingga pukul 15.00 WIB, massa masih berkumpul di depan Istana Negara, Jakarta Pusat.


Menteri Susi pun keluar istana dan menemui massa pada pukul 16.40 WIB setelah berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan lima orang perwakilan pendemo di Istana Merdeka.

kelima orang itu mewakili beberapa kabupaten di Jawa Tengah, antara lain Batang, Pati, Rembang, dan Kota Tegal ayng ada di Jawa Tengah. 

Video saat Susi berbicara di hadapan ribuan pasang mata nelayan pun diunggah oleh pengguna akun Twitter @nrg07.
Terlihat dalam cuplikan tersebut Susi berhasil menaklukkan para pendemo.

"Kalau masih ada yang bohong, tahun depan ditenggelemin," kata Susi.

Ucapan tersebut disambut dengan teriakan setuju oleh massa. "Saya ingin Anda menguasai laut Indonesia, bukan kapal-kapal ikan asing. Kapal asing diapain?" lanjutnya. "Tenggelamkan!" jawab para pendemo kompak.

Warganet pun dibuat heran oleh kebolehan Susi dalam menghadapi para pendemo itu.

Berdasarkan keterangan dari Bupati Tegal Enthus Susmono, sebelum melakukan unjuk rasa, para nelayan telah melakukan uji petik bersama pakar.
Dari situ diketahui bahwa cantrang tidak merusak lingkungan hidup seperti yang disampaikan Oleh Menteri Susi.

"Soal cantrang ada dua persepsi. Ibu Susi menyatakan cantrang sama dengan trawl. Nah, nelayan menyatakan cantrang bukan trawl. Ya, orang Jawa menyebut cantrang," ujar Enthus sebelum bertemu Presiden.

Selain itu, lima perwakilan nelayan itu juga membicarakan masalah perizinan kapal nelayan dengan Jokowi.

"Perizinan kapal itu mbulet. Masak ada 27 lapisan. Ini yang Presiden enggak suka dan akan dibuat ringkas," ujar Enthus.


Seorang Narapidana Mengendalikan Pabrik Ekstasi Di Tanggerang



Sobatpoker - Pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Direktur Penindakan, Arman Depari menyebutkan, rumah yang dijadikan lokasi pembuatan ekstasi skala besar di Tangerang, nyatanya dikendalikan oleh salah seorang napi.

"Operasi ini dikendalikan oleh narapidana yang saat ini ditahan di lapas yakni, Nico," kata Arman di Tangerang, Rabu, 17 Januari 2018.

Arman menjelaskan, Nico merupakan pelaku atas penembakan sopir Transjakarta pada dua tahun lalu. Ia merupakan narapidana di Lapas Cipinang.

"Jadi total pelaku ada tiga orang dengan Nico yang merupakan pengendalinya. Saat ini ketiganya kami bawa untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ditambah, untuk peredaran pil ekstasi ini diakui pelaku baru di kawasan Jakarta, namun kami yakini sudah meluas ke kawasan Jawa Barat terutama Bogor. Mereka pun baru beberapa bulan melakukan kegiatan ini di sini," ungkapnya.

Pihak BNN beserta kepolisian pun sampai saat ini terus melakukan penyelidikan di lokasi pembuatan ribuan pil ekstasi dalam sehari tersebut.


Sebelumnya, pihak BNN dan kepolisian menggerebek rumah yang dijadikan lokasi pembuatan pil ekstasi di Tangerang, Selasa malam, 16 Januari 2018. Dalam penggerebekan tersebut, polisi tak hanya mengamankan Lauw Hanto (48), Anyiu (33) dan Nico, namun juga sejumlah barang bukti.

Barang-barang yang diamankan antara lain 11.000 butir ekstasi, 2 alat mesin cetak ekstasi elektrik, bahan 2 baku serbuk yg siap cetak dan mengandung methamphetamine. Timbangan 3 buah, bahan baku 10 toples, alat press plastik 1, blender 4 buah dan alat pengaduk.

Proses pembuatannya pun sangat terkoordinasi dengan adanya anjing penjaga rumah sebagai alarm bila orang asing masuk, serta rumah yang kedap suara hingga tak menimbulkan suara bising dalam produksi pil. 

Tuesday, January 16, 2018

3 Orang Anak Diajak Oleh Ibunya Bunuh Diri Diautopsi

Sobatpoker - Jenazah tiga anak yang tewas diajak bunuh diri oleh ibunya, Evy Suliastin Agustin (26), selesai diautopsi. Hasil autopsi menyebutkan bahwa ketiga korban tewas akibat kehabisan nafas.

Autopsi yang dilakukan di Instalasi Kedokteran Forensik Paviliun Kenanga RSUD Jombang sejak pukul 15.30 WIB, baru selesai sekitar pukul 18.30 WIB. Ketiga jenazah langsung dibawa pihak keluarga ke rumah duka untuk dimakamkan.

"Untuk sementara berdasarkan hasil autopsi, memang ada indikasi korban meninggal karena kehabisan nafas. Itu bisa dibuktikan dengan kuku-kukunya membiru," kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi kepada wartawan di lokasi autopsi, Selasa (16/1/2018) malam.

Namun, terkait penyebab gagalnya fungsi pernafasan ketiga korban, Gatot enggan berspekulasi. Menurut dia, hal itu masih harus diselidiki oleh tim Labfor Polda Jatim.

Dia memastikan, tak ada indikasi ketiga bocah tersebut tewas akibat ditenggelamkan. Mengingat ketiganya ditemukan tak bernyawa di dalam kamar mandi rumah.

"Belum ada indikasi itu (ditenggelamkan)," ujarnya.

Sementara disinggung terkait dampak obat nyamuk cair yang diduga diminumkan kepada ketiga korban, Gatot juga belum memberikan kepastian. Menurut dia, memang ditemukan banyak cairan yang diduga obat nyamuk cair di dalam tubuh korban.

"Banyak cairan yang diambil tim forensik, kejelasan itu cairan apa menunggu hasil tes laborat," tandasnya.

Autopsi dilakukan terhadap jenazah ketiga anak Evy, warga Dusun Karobelah 3, Desa Karobelah, Mojoagung, Jombang. Ketiganya adalah Sayid Mohammad Syaiful Alfaqih (6), Bara Viadinanda Umi Ayu Qurani (4) dan Umi Fauziah (4 bulan).

Ketiga korban ditemukan tewas di kamar mandi rumah pada Senin (15/1) sekitar pukul 22.00 WIB. Diduga ketiga anak ini tewas usai menenggak obat nyamuk cair. Sementara ibu korban, Evy juga ditemukan di tempat yang sama. Namun, Evy dalam kondisi kritis.

Saat ini Evy menjalani perawatan di RSUD Jombang. Polisi masih mendalami penyebab ibu tiga anak ini nekat berupaya bunuh diri dengan mengajak anak-anaknya. Dugaan sementara, Evy mengalami depresi setelah 3 tahun tak dinafkahi suaminya berinisial F (55)

Monday, January 15, 2018

Pemotor yang Remas Payudara Di Gang Ditangkap

Sobatpoker -  AM (22), wanita korban pelecehan seksual di Gang Datuk, Jl Kuningan, Depok, mengapresiasi polisi yang telah menangkap pelaku yang meremas payudaranya. AM berharap pelaku dihukum yang setimpal.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (11/1/2018) pada pukul 14.29 WIB. Saat itu, AM berangkat dari rumahnya di sekitar lokasi menuju mulut gang naik angkot untuk melanjutkan perjalanan ke Stasiun Pondok Cina, Beji, Depok.

AM saat itu sedang berjalan kaki, lalu tiba-tiba didekati oleh pemotor. Sekonyong-konyong, pelaku meremas payudara AM menggunakan tangan kiri dan langsung tancap gas.

"Iya tadi saya dikabarin Polres Depok jam 11.00 WIB kalau pelaku sudah ditangkap. Alhamdulillah, seneng banget sampai saya nggak bisa tidur nunggu besok"ujar AM. 

AM berencana menemui pelaku di Polresta Depok. Ia begitu geram dengan pelaku dan tidak bisa memaafkannya begitu saja.

"Saya nggak akan maafin. Saya mau dia menuai apa yang dia tanam" imbuh AM.

Bukan semata-mata karena emosinya, namun AM khawatir jika dirinya memaafkan, pelaku akan mengulangi perbuatannya. "Nggak menutup kemungkinan dia bisa lakuin itu ke perempuan lain kalau seenaknya dimaafin," sambung AM.

Pelaku diketahui berinisial IH (29) ditangkap di rumahnya di Mekarsari, Depok pada Senin (15/1). IH dibawa polisi ke Polresta Depok dengan pendampingan orang tua dan saudaranya.

Sementara ini IH dijerat dengan Pasal 281 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara. Saat ini IH masih diperiksa intensif di Mapolresta Depok. 

Jual Ginjal Demi Melunasi Hutang, Ibu Ini Hanya Terima 70 Juta Dari Harga Yang Di Janjikan

Sobatpoker - Kisah seorang perempuan bernama Ita Diana ini benar-benar tragis. perempuan berusia 47 tahun yang tinggal di Batu, Jawa Timur tersebut harus merelakan ginjalnya diambil agar hutang-hutangnya dapat terselesaikan.




Dikabarkan jika dirinya terlilit hutang hingga 350 juta rupiah, dan memutuskan untuk menjual ginjalnya kepada seorang pasien bernama Erwin di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. "Karena perubahan kehidupan saya, karena sesuatu hal, bisnis saya bangkrut, usaha saya jatuh. Saya terlilit utang," kata Ita Diana dengan sesenggukan saat ditemui di Kota Malang. 

Namun sayangnya, uang 350 juta yang dijanjikan sebagai pembayaran ginjal tersebut tak dibayarkan sebagaimana mestinya. Ita sendiri hanya menerima sekitar 70 juta yang tentunya tak cukup untuk melunasi hutang-hutangnya.

Kisahnya bermula saat dirinya takut pulang karena banyaknya orang yang menagih utang ke rumah. Ia memilih luntang-lantung dan tidur pun di mushola rumah sakit. Karena kesedihannya, Ia bercerita kepada banyak orang hingga mendapat saran untuk masuk ke ruang HD (ruangan terkait transplantasi). Ia kemudian oleh seorang dokter dipertemukan dengan pasien gagal ginjal.

"Bu Nina (istri pasien) tanya, berapa kebutuhan ibu? Saya bilang Rp 350 juta. Beliau bilang, 'Ya bu kami tidak akan menutup mata. Kami akan menyelesaikan masalah ibu. Sebesar yang ibu butuhkan Rp350 juta. Intinya, beliau tidak akan menutup mata dengan kebutuhan saya. Masalah saya diselesaikan," jelasnya. Sebelum masuk ruang operasi pun, Ita sempat berpesan kepada istri pasien tentang kesepakatan itu. Ia mewanti-wanti agar kebutuhannya untuk membayar utang nantinya diselesaikan.

Ternyata janji tersebut tak sesuai dengan kenyataan. Ita kini tetap dikejar-kejar utang, sementara orang yang dibantunya ternyata tidak memenuhi janji yang disepakati di awal. Ita sendiri mengaku telah menemui Edwin dan dokter R yang disebut menjadi penghubung. Tetapi tidak juga bersedia membayar kekurangannya. Erwin sendiri saat ditemui di Jalan Metro Kota Malang, memilih memberikan pernyataan sepotong sepotong. Sambil berjalan dan mengenakan mastker, meminta para wartawan bertanya langsung kepada pihak rumah sakit. "Silakan saja tanya ke sana. Saya hanya dihubungkan," katanya sambil terus berjalan.

Friday, January 12, 2018

Pengantin Pria Pingsan Usai Peluk Mantan Kekasih




Sobatpoker - Mantan adalah sebuah kata-kata yang cukup sensitif di telinga beberapa orang. Akui saja, masih banyak orang yang susah move on dari mantan-nya, yang mana hal itu nantinya bakal menyebabkan beberapa gejala-gejala, seperti susah tidur (karena kepikiran), sakit hati (karena lihat mantan jalan sama pasangan lain), hingga mungkin depresi.

'Kengerian' sosok mantan baru-baru ini kembali tersaji di Kelurahan Doping, Kecamatan Penrang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Ceritanya, ada sebuah pernikahan yang berjalan cukup meriah, di mana dua mempelai yang tengah berbahagia itu bernama Nokis Febrianto dan Musriani.

Pada satu kesempatan, salah satu tamu undangan wanita menyanyikan sebuah lagu Bugis bertajuk Balo Lipa. Di tengah-tengah aksinya nyanyi, sang mempelai pria, Nokis tiba-tiba berlari kecil menghampiri, lalu memeluk wanita tersebut.

Selang beberapa detik, tubuh Nokis tiba-tiba lemas dan jatuh pingsan di pelukan wanita tersebut. Video berdurasi 2 menitan itu viral di berbagai macam media sosial. Dan salah satu pengunggah videonya di Facebook, Rio Zhaenal, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan siapa sosok tamu undangan wanita yang bikin heboh itu.

"Sang mantan kekasih menyanyikan lagu Balo Lipa. Di pesta perkawinan, mempelai laki-laki dan mempelai laki-laki pingsan mendengarnya. Sangat sedih melihat dua insan pecinta dipisahkan. Inilah bukti cinta yang seharusnya disatukan. Selamat menyaksikan," tulisnya di caption video.

Usut punya usut, wanita tersebut adalah mantan dari Nokis yang bernama Sukma Henny. Namun masih belum diketahui, sejauh mana kisah cinta mereka sebelum ini, sampai-sampai bisa membuat Nokis berani melakukan hal yang pastinya bikin istrinya di pelaminan ketar-ketir tersebut.

#Mengapa Ketika Setelah Jadi Mantan, Wanita kerap Bertambah Cantik????
Ada yang Tau Para Sobatku
#MantanTerindah

Penyebar Video Bugil Siswi SMA

Sobatpoker - Video bugil pelajar di Makassar jadi viral di jagad media sosial beberapa hari yang lalu. Orang tua si siswi tidak terima dan melaporkan kasus itu ke Polda Sulsel.




"Saya melaporkan pelaku yang memaksa, mengintimidasi, dan diindikasi menyebarluaskan video itu," ujar sang ayah kepada wartawan di Polda Sumsel pada Kamis (12/1/2018).

Pelaku yang merekam diduga mantan pacar si siswi, yang juga masih berstatus pelajar di salah satu SMA negeri di Makassar.

"Katanya mereka pacaran, kemudian dia memaksa hingga merekam tiga kali. Lalu anak saya diminta berhubungan suami-istri, namun tidak mau hingga diancamkan oleh pelaku untuk diviralkan. Waktu menolak, langsung muncul di media sosial sekitar bulan Juli 2017," cerita ayah.

Selain melaporkan penyebar video bugil itu, orang tua siswa ini melaporkan pihak sekolah swasta ternama, tempat anaknya menimba ilmu. Sebab, diketahui, peristiwa itu terjadi di asrama dalam lingkup sekolah.

"Saya mempertanyakan proses dan tanggung jawabnya terhadap kejadian yang terjadi di lingkup sekolah. Artinya, mereka tidak boleh melepas tanggung jawab dengan tindakan mengeluarkan anak saya," ujar ayah.

Orang tua korban berharap pihak polisi segera memproses kasus yang mengorbankan anaknya. Sebab, pasca tersebarnya video bugil itu, siswi korban harus menanggung malu dan kembali terancam dikeluarkan di sekolah barunya di Kabupaten Pangkep.

"Semoga polisi segera mendapatkan bukti untuk mencegah hal hal yang tak diinginkan, ini menyangkut depresi seorang anak di bawah umur. Anak saya pun terancam dikeluarkan lagi di SMA barunya, namun sudah ditangani, sekolah bijak mau menerima anak saya," imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani membenarkan laporan tersebut. Kini kasus tersebut masih ditangani Polda Sulsel. 

"Iya dia sudah melapor. Sekarang tim cyber crime sudah bekerja," tutur Kombes Dicky Sondani melalui pesan WhatsApp. 

Sebelumnya, video bugil remaja berdurasi kurang-lebih satu menit tersebar di jagat media sosial. Salah satu sekolah di Makassar mengakui orang di dalam video itu adalah mantan murid. 

Thursday, January 11, 2018

Menteri Susi Diminta Untuk Hentikan Penenggelaman Dan Pembakaran Kapal



Sobatpoker - Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, memerintahkan Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pujiastuti, untuk menghentikan penenggelaman kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia.

“Perikanan sudah diberi tahu tidak ada penenggelaman kapal lagi. Ini perintah, cukuplah itu,” kata Luhut 

Permintaan untuk menghentikan penenggelaman kapal asing yang tertangkap mencuri ikan di perairan Indonesia juga datang dari kalangan pengusaha. Mereka menilai hukuman itu tidak efektif karena butuh biaya untuk eksekusi. 

Luhut meminta Susi fokus meningkatkan produksi agar ekspor ikan meningkat. Mantan kepala staff kepresidenan ini juga meminta penangkaran dan budi daya perikanan bisa ditingkatkan untuk mendorong ekspor. “Misalnya, ikan napoleon yang ditangkar di Natuna ada 35 ribu, bisa juga diekspor,” kata dia.

Permintaan menghentikan penenggelaman kapal pencuri ikan juga disampaikan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK). Dia mengatakan, dalam undang-undang tak memuat pasal kapal yang ditangkap harus dibakar.

“Dalam undang-undang, tidak ada diharuskan dibakar, yang ada ditahan, iya. Jadi, tidak benar jika ada undang-undang yang menyebutkan bahwa kapal yang ditahan itu harus dibakar,” kata dia.

JK berpendapat, kapal yang ditangkap dapat dilelang atau dipergunakan kembali, sehingga negara bisa mendapat pemasukan. Mengingat saat ini dibutuhkan kapal-kapal penangkap ikan karena ekspor ikan turun.

“Cukup, tinggal. Begini, kita butuh kapal. Jangan di lain pihak membeli kapal, di lain pihak banyak kapal yang nongkrong,” kata dia.

kapal-kapal itu lebih bermanfaat jika diberikan kepada nelayan Indonesia daripada ditenggelamkan. Sehingga, kesejahteraan nelayan akan meningkat dan menggenjot perekonomian Indonesia.

Terlebih, masih ada nelayan di beberapa daerah yang mengaku kekurangan kapal, padahal ikan di daerah tersebut melimpah. " Selalu dilematis, (dinilai) tidak nasionalis, (katanya) biar efek jera. Tapi kita perhatikan kesejahteraan stakeholder nelayan dan pemangku usaha."

"Jadi kenapa kapal tidak dioptimalkan? Kalau misalnya lari ke yang lain, kan ada kekuatan kementerian tinggal kasih ke koperasi yang ada reputasi yang bisa jaga kapalnya" 







kementerian tinggal kasih ke koperasi yang ada reputasi yang bisa jaga kapalnya," 

Wednesday, January 10, 2018

Setya Novanto Bakal Seret Lebih Banyak Tersangka?




Sobatpoker - Skenario Setya Novanto dibongkar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Kecelakaan pada Kamis malam 16 November 2017, yang menurut pengacara Fredrich Yunadi, bikin mobil hancur...cur...cur dan kepala Ketua nonaktif DPR itu benjol sebesar bakpao hingga nyaris game over, diduga kuat sudah dirancang sebelumnya.

Setelah memeriksa 35 saksi dan ahli, KPK mengaku mendapat bukti skenario pihak Setya Novanto. Mereka yang diduga terlibat, kini ikut dijadikan tersangka.



Komisi antikorupsi menetapkan pengacara Setya Novanto saat itu, Fredrich Yunadi, dan dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, sebagai tersangka.

"Penyidik meningkatkan status FY dan BST dari penyelidikan ke penyidikan. FY ini seorang advokat dan BST seorang dokter," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 10 Januari 2018.

Mereka diduga kongkalikong untuk memanipulasi data medis Setya Novanto ketika masuk RS pada Kamis 16 November 2017.

"FY dan BST diduga memasukkan tersangka SN (Setya Novanto) ke salah satu RS untuk dilakukan rawat inap dengan memanipulasi data medis," lanjut Basaria.

Fredrich diduga menelepon dokter Bimanesh untuk memberitahukan soal rencana Setya Novanto masuk ke rumah sakit tempatnya praktik. Dia memesan satu lantai di RS Medika Permata Hijau, sebelum kecelakaan terjadi.

"Dokter tersebut diduga sudah menerima telepon dari pihak pengacara bahwa SN akan dirawat di ruang VIP dan berencana untuk membooking satu lantai VIP itu," kata Basaria.

KPK dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sendiri sudah berkoordinasi terkait penetapan tersangka ke dokter Bimanesh ini. IDI menyerahkan sepenuhnya ke KPK.

"Kami sudah berkoordinasi dengan KPK terkait hal ini. Tentang prosesnya nanti seperti apa, tindak lanjut seperti apa, termasuk apakah nanti dibutuhkan pendampingan hukum dari organisasi profesi," kata Sekretaris Jenderal IDI Adib Khumaidi.

Menurut dia, IDI pun tengah mengusut dugaan pelanggaran etik oleh Bimanesh. Penyidikan tersebut dilakukan oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran IDI. Apabila terindikasi ada pelanggaran etik, pihaknya akan melakukan pembinaan dan memberi sanksi jika diperlukan.

IDI kemudian mengingatkan agar para dokter bekerja sesuai standar dan etika.

"Kalau kita (dokter) sudah bekerja sesuai standar, SOP, dan etika, tentunya tidak ada upaya-upaya yang dianggap menghalang-halangi proses hukum," kata dokter spesialis ortopedi itu.

Kasus ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi setiap pengacara dan masyarakat agar tidak melindungi orang yang bermasalah dengan hukum, termasuk koruptor.

"KPK mengimbau agar pihak yang menjalankan profesi advokat atau dokter harus menjalankan pekerjaan dan tidak menghambat proses hukum yang berlaku, khususnya upaya pemberantasan korupsi," kata Basaria.



Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan menegaskan pihaknya tak akan berhenti pada dua tersangka dalam kasus dugaan merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

Masih ada tiga orang yang berstatus sebagai saksi dalam cabang kasus e-KTP ini. Hilman Mattauch, mantan kontributor salah satu televisi swasta; Reza Pahlevi, ajudan Setya Novanto; dan Achmad Rudyansyah, swasta.

Namun, saat ini, mata publik sedang tertuju ke Hilman Mattauch. KPK, kata dia, tengah mengkaji status hukum Hilman dalam kasus tersebut.

Sebab, Hilman diduga sebagai salah satu pihak yang melarikan Novanto saat akan ditangkap oleh penyidik KPK di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada pertengahan November 2017 lalu.

Hilman juga diduga turut dalam skenario kecelakaan Novanto di daerah Permata Hijau. Sebab, Hilman merupakan sopir mobil yang ditumpangi oleh Ketua nonaktif DPR RI tersebut.

"Penyidik masih mendalami hal tersebut, kenapa kemudian Hilman masih saksi? Kita tunggu saja," ujar Basaria.

Menurut dia, tak menutup kemungkinan Hilman akan turut dijerat setelah Fredich dan Bimanesh.

Tak hanya Hilman, KPK juga mengkaji status keluarga Novanto. Menurut Basaria, pihaknya tengah mencari dua alat bukti untuk menjerat tersangka lainnya.

"Kalau kita bisa buktikan baik itu H (Hilman), baik itu keluarga yang merupakan bagian dari skenario maka yang bersangkutan bisa jadi berikutnya ditingkatkan statusnya jadi tersangka," kata Basaria.

"Ini norma hukum sudah bertahun-tahun yang lalu. Namun memang, upaya hukum seperti ini tidak sering dilakukan penegak hukum yang lain. Jadi belum banyak masyarakat yang sadar ada pasal yang mengatur tidak boleh melindungi atau menghalangi proses hukum," kata Tama kepada Liputan6.com.

Tama berharap KPK mengusut tuntas upaya menghalangi proses hukum kasus e-KTP ini.

"Kita harus apresiasi KPK dalam konteks pemberantasan korupsi ini. Sebab, di samping perkara pokoknya sendiri, KPK mengusut adanya upaya merintangi perkara. Selanjutnya, KPK harus usut tuntas siapa pihak lain yang membantu Setya Novanto," ujar Tama.

Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan, Tama S Langkun, mengatakan, pengembangan kasus Setya Novanto ini merupakan pesan bagi siapapun yang berusaha merintangi penyelidikan dan penyidikan KPK, bisa diganjar hukum.






TKW Rabitah Berjuang Mencari Keadilan Setelah Ginjalnya Diambil di Qatar

Sobatpoker - Kasus Sri Rabitah (26), tenaga kerja wanita asal Dusun Lokok Ara, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, yang diduga kuat sebagai korban perdagangan orang dan perdagangan organ tubuh di Qatar, empat tahun silam, seolah terkubur dan dilupakan.

Ternyata kasus Rabitah masih berlanjut. Penyidikan telah dilakukan Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB sejak dilaporkan Bupati Lombok Utara Nazmul Akhyar ke Polda NTB pada 11 April 2017.

“Kasus ini memang menyita waktu dan pikiran, tetapi kami ingin kasus yang menimpa TKW asal NTB menjadi shock therapy bagi pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO),” kata Kasubdit IV Ditreskrimum Polda NTB AKBP Ni Made Pujawati, Selasa (2/1/2018).

Bersama timnya, Pujawati mengaku mencurahkan segala kemampuan dan tenaganya membongkar kasus Rabitah yang menurut dia melibatkan sindikat perdagangan orang hingga ke luar negeri.

Pujawati menuturkan sangat sulit memulai penyidikan atas kasus Rabitah karena dokumen Rabitah yang sulit terlacak. Namun, adik Rabitah, Juliani, yang sama-sama direkrut menjadi TKW ke Doha, Qatar, memiliki dokumen dan berkas yang lengkap.

“Kasus Rabitah adalah pintu masuk membongkar kejahatan kemanusiaan yang menyita perhatian publik di NTB sejak awal 2017 dan kami menemukan bukti yang cukup untuk menindaklanjuti kasus ini,” kata Pujawati.

Dua tersangka bahkan telah meringkuk di dalam sel tahanan Polda NTB. Keduanya adalah Ulf dan In, warga Dusun Batu Keruk, Desa Akar Akar, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Mereka adalah calo atau perekrut Rabitah dan Juliani.

Sebelum ditangkap, Ulf beberapa kali menelepon Rabitah. Tersangka Ulf meminta Rabitah tidak memercayai siapa pun yang akan menolongnya menangani kasus tersebut.

Rabitah yang sudah merasakan pahitnya bekerja tanpa dokumen dan kejelasan menanggapi dingin telepon calo Ulf, tetapi merekam seluruh pembicaraan Ulf.

“Saya rekam apa pun yang dia katakan. Ini dengar saja sendiri, dia minta saya tidak mengadukan masalah saya kepada polisi karena nanti sayalah yang bisa ditangkap. Tetapi, saya tidak percaya apa pun yang dia katakan,” ujar Rabitah.

Karena sering diintimidasi Ulf melalui telepon, Rabitah akhirnya memutuskan mengganti nomor kontaknya.

Kasus Rabitah dan Juliani sangat berliku dan sulit terbongkar. Selain karena kasusnya terjadi 2014 silam, pihak yang terlibat sudah banyak yang tak terlacak. Karena itu, aparat melakukan empat kali gelar perkara kasus tersebut untuk memastikan adanya TPPO yang melibatkan dua tersangka. Setelah pengembangan, kemungkinan tersangka bertambah setelah 20 saksi diperiksa.

Menitip nasib di tangan tekong






Sindikat TPPO seperti penyakit menular yang mewabah. Korbannya bisa mencapai ribuan orang serta selalu menyasar anak di bawah umur dan mereka yang kebingungan mencari kerja.

Seperti Rabitah dan Juliani yang masih di bawah umur terjerat iming-iming calo atau tekong yang juga adalah tetangga mereka sendiri.

Keinginan lari dari kemiskinan seolah menjadi pilihan terakhir menitipkan nasib ke negeri orang lewat tangan tekong.

Rabitah dan Juliani, kata Pujiwati, adalah jalan membongkar sindikat perdagangan orang di NTB. Ia mengaku sulit menjerat calo TKI karena selalu bisa lepas dari jerat hukum karena bukti yang kurang atau korban yang enggan melapor dan tak mau memberi kesaksian.

“Mereka tereksploitasi dan tak menyadari bahwa itu bahaya besar untuk mereka sehingga kerja aparat dan pemerintah akan berat,” kata Puja.

Pujawati mengatakan, pihaknya menjerat kedua tersangka denga Pasal 10 dan Pasal 11 juncto Pasal 6 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang TPPO dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

Jerat pasal itu didasari kejahatan tersangka dalam perekrutan, modus TPPO, dan eksploitĂ si. Tersangka juga membantu pemalsuan dokumen. Misalnya tahun kelahiran Rabitah yang sebenarnya tahun 1992 diubah menjadi 1985. Juliani dipalsukan juga tahun kelahirannya, yang semula 2005 menjadi tahun 1988, dengan alamat palsu.

Tim penyidik juga menelusuri Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) Falah Rima Hudaity Bersaudara di Jakarta. Dari sanalah sejumlah saksi bisa dimintai keterangannya.

Cari otak sindikat

Ketua tim pendamping Sri Rabitah, Muhammad Shaleh, yang juga Koordinator Pusat Bantuan Hukum Buruh Migran (PBHBM) wilayah NTB mengapresiasi tindakan aparat kepolisian yang melanjutkan kasus Rabitah hingga telah sampai ke penyerahan berkas penyidikan ke Kejaksaan Tinggi NTB.

Shaleh juga mendesak polisi bukan hanya menangkap calo Ulf dan In, melainkan juga otak dari sindikat perdagangan orang.

“Mulai dari tekongnya atau perekrutnya hingga pihak yang terlibat dalam pembuatan dan pemalsuan dokumen, PPTKIS, oknum aparat pemerintah, atau siapa pun yang terlibat dalam sindikat TTPO," katanya.

Shaleh masih berharap aparat tetap konsisten menangani kasus Rabitah yang bagi tim pendamping masih banyak mengandung kejanggalan.

“Kami masih yakin bahwa proses operasi Rabitah di Qatar tidak sesuai prosedur dan harus dicari tahu kebenarannya dengan cara menelusuri jejak keberadaan Rabitah di sana," ujarnya.

Shaleh juga masih yakin bahwa dalam tubuh Rabitah masih ada masalah, meskipun operasi dan perawatan terakhir di Rumah Sakit Sanglah Bali tidak ada kejelasan. Bahkan hasil rekam medis hingga saat ini belum diberikan petugas Rumah Sakit Umum Daerah Sanglah Bali setelah Rabitah menjalani operasi.

Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi NTB Ginung Pratidina mengatakan, kasus TTPO Rabitah adalah kasus pertama yang ditangani Kejati NTB.

“Semua kasus kami atensi, termasuk kasus Rabitah, ini kasus pertama TTPO dengan modus pemalsuan dokumen," kata Ginung

Membuka luka Rabitah

Kasus ini berawal dari pengakuan Rabitah setelah diperiksa di RSUD NTB pada Februari 2017. Di rumah saki itu, Rabitah ditanya apakah pernah menjual ginjalnya.

Rabitah pun kaget, lalu menceritakannya kepada keluarga dan pemerintah. Bahkan, kasus hilangnya ginjal ini menjadi catatan Bakesbanglinmas Lombok Utara.

Belum sempat dioperasi, kabar soal Rabitah kehilangan satu ginjalnya menyebar dan menarik perhatian publik mengingat kasus serupa pernah terjadi, tetapi korban telah meninggal terlebih dahulu sebelum membuktikan lewat pemeriksaan.

Anehnya, RSUD NTB justru membantah menyatakan satu ginjal rabitah hilang dan membuktikannya secara resmi.

Monday, January 8, 2018

TREND MEMUTIHKAN PENIS

Sobatpoker - Ternyata tidak hanya kaum hawa yang mementingkan area vitalnya dengan merawat atau melakukan sedot lemak vagina. Para pria juga mulai mencoba segala hal untuk mempercantik penisnya.



Seperti tren memutihkan penis yang baru-baru menjadi perbincangan viral publik.
Nama Rumah Sakit Lelux,  sedang melesat setelah 100 pria dalam kurun waktu hanya sebulan mengunjungi tempat itu untuk memutihkan kemaluannya.

"Saat ini banyak orang yang menanyakannya. Kami bahkan kini mendapatkan sekitar 100 klien sebulan, jadi sekitar 3-4 pasien sehari," kata Bunthita Wattanasiri, manajer departemen kulit dan laser Lelax Hospital kepada AFP.

Dalam perawatan tersebut, tim medis menggunakan laser khusus yang akan membuat warna kulit penis lebih cerah.

"Kita harus berhati-hati karena ini bagian tubuh yang sensitif," lanjutnya.

Bunthita mengatakan bahwa sebagian besar kliennya berusia antara 22 hingga 55 tahun. Selain itu, perawatan memutihkan penis lebih populer di komunitas LGBTQ.

Jika tertarik melakukan perawatan tersebut, setiap orang akan dikenakan biaya sekitar Rp 8,7 juta untuk lima sesi pertemuan.

Perlu dicatat, jika bagian kulit kelamin lebih gelap daripada bagian tubuh lainnya, itu sangat normal. Hal tersebut tergantung pada produksi melanin yang disebabkan oleh lonjakan estrogen dan testoteron yang diproduksi selama pubertas.

Jika kamu tetap menginginkan warna kelamin yang lebih cerah, pastikan kamu pergi ke medis yang khusus menanganinya daripada menggunakan produk atau perawatan yang beredar secara online.

Tentu untuk mendapatkan efek yang diinginkan, kamu perlu mengocek biaya besar. Selain itu, ada pula risiko infeksi dan bekas luka jika orang yang melakukan prosedur tidak melakukannya dengan benar.

Meski demikian, terapi pemutihan kulit menggunakan laser bukan tanpa risiko. Mayo Clinic menulis bahwa selain sensitivitas terhadap matahari, terapi ini juga memiliki beberapa efek samping dan mungkin menyebabkan warna kulit yang tidak merata.

Dr Thongchai Keeratihuttayakorn selaku Wakil Jenderal Direktur untuk Departemen Kesehatan Thailand juga khawatir akan aplikasi terapi tersebut pada area yang sensitif seperti kelamin.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Publik Thailand, Dr Thongchai berkata bahwa risiko terapi pemutihan kulit pada kelamin mencakup iritasi, alergi, dan pembengkakan.

Sobatpoker - Rian Nopriansyah alias Ucok divonis 8 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang. Jerit hati Ucok memban...